JOMBANG, Bangjo.co.id – Setelah hampir tujuh tahun terputus, harapan masyarakat Kecamatan Kudu dan Ngusikan untuk kembali menikmati akses penghubung yang lebih mudah kini semakin dekat. Pembangunan Jembatan Kudubanjar di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, terus menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, realisasi pengerjaan fisik telah melampaui target yang ditetapkan. Bupati Jombang Warsubi turun langsung ke lokasi, Jumat (23/10/2026), untuk memastikan proyek infrastruktur strategis tersebut berjalan sesuai rencana dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peninjauan yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang dan Hari Santri Nasional itu bukan sekadar agenda melihat perkembangan proyek. Kehadiran Bupati menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini terdampak terputusnya akses transportasi sejak akhir 2019. Kembalinya fungsi Jembatan Kudubanjar diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka kembali jalur distribusi hasil pertanian, memperlancar aktivitas sosial, serta menghidupkan potensi ekonomi di wilayah Kudu dan Ngusikan.

Di lokasi pembangunan, Warsubi melihat secara langsung proses perakitan rangka jembatan dengan konstruksi Bailey. Ia menegaskan, penyelesaian jembatan tersebut menjadi salah satu prioritas Pemkab Jombang dalam menghadirkan infrastruktur yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Penyelesaian Jembatan Kudubanjar ini merupakan komitmen Pemkab Jombang dalam meningkatkan aksesibilitas warga. Kami berharap pengerjaan ini selesai sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas harian hingga percepatan jalur distribusi hasil pertanian di kawasan Kudu dan Ngusikan,” ujar Warsubi.
Menurutnya, percepatan pembangunan harus tetap berjalan seiring dengan pemenuhan aspek keamanan dan standar kelayakan konstruksi. Pemerintah tidak ingin jembatan sekadar selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar aman dan siap digunakan masyarakat.
“Sebelum dibuka untuk digunakan masyarakat, jembatan harus menjalani uji kelayakan terlebih dahulu. Pengoperasian secara penuh diperkirakan dapat dimulai pada awal Desember, dengan syarat jembatan telah dinyatakan layak berdasarkan hasil pengujian,” jelasnya.
Warsubi berharap berfungsinya kembali Jembatan Kudubanjar menjadi momentum kebangkitan aktivitas masyarakat di kedua kecamatan. Sebab, infrastruktur penghubung memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial hingga distribusi komoditas pertanian.
“Harapan kita, begitu jembatan ini beroperasi penuh, mobilitas warga semakin lancar dan perekonomian kawasan kembali bergeliat. Akses infrastruktur yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas sosial maupun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Ir. Dian Kusuma Rahmad Subekti, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa progres pembangunan di lapangan menunjukkan capaian menggembirakan. Berdasarkan laporan progres Minggu ke-12, periode 18–24 Oktober 2026, realisasi pengerjaan fisik telah mencapai 70,913 persen dari target rencana sebesar 52,428 persen.
Dengan demikian, terdapat deviasi positif atau surplus progres sebesar 18,485 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan berjalan lebih cepat dibandingkan jadwal yang telah direncanakan.
“Per hari ini, progres pengerjaan sudah mencapai 70,913 persen. Rangka Jembatan Bailey diperkirakan tersambung pada awal November. Setelah penyambungan rampung, pengerjaan dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan yang diproyeksikan selesai pada pertengahan November,” terangnya.
Meski demikian, rampungnya pekerjaan fisik bukan berarti jembatan bisa langsung dilintasi masyarakat. Tahapan pengujian kelayakan tetap menjadi persyaratan penting sebelum akses tersebut dibuka secara resmi. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan hasil pengujian menyatakan konstruksi aman, Jembatan Kudubanjar diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada awal Desember 2026.
Kehadiran kembali jembatan ini nantinya diharapkan menjadi lebih dari sekadar tersambungnya dua wilayah yang selama ini terpisah. Bagi masyarakat Kudu dan Ngusikan, Jembatan Kudubanjar merupakan akses penting untuk memperpendek mobilitas, memperlancar roda perekonomian, sekaligus mengembalikan konektivitas antarkawasan yang telah lama dinantikan.



