TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Pendidikan Politik Penguatan Struktural di Aula Crown Victoria Hotel, Jalan Supriyadi Nomor 41, Tulungagung, pada Minggu (11/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas kader, meningkatkan kapasitas menghadapi disinformasi, sekaligus menyamakan langkah dalam mendukung program-program pemerintah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Hadir pula Wakil Ketua II DPRD Tulungagung dari Fraksi Gerindra Ebin Sunaryo, Sekretaris DPC Gerindra sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tulungagung Sumarsono Efendi, jajaran pengurus DPC, pengurus PAC, kader, organisasi sayap partai, serta Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung, Eko Hary Susanto.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi, Widodo Prasetyo, menegaskan bahwa besar kecilnya Partai Gerindra sangat bergantung pada peran kader di tingkat bawah. Kekuatan partai, menurutnya, tidak cukup hanya bertumpu pada kepengurusan tingkat kabupaten, melainkan membutuhkan soliditas dan kerja nyata hingga ke tingkat akar rumput.
Ia juga mengingatkan kader agar selalu menerapkan proses cek dan ricek sebelum mempercayai atau menyebarluaskan informasi dari media sosial.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Tulungagung, Ebin Sunaryo, meminta seluruh kader tetap solid dan berorientasi pada target politik partai ke depan, dengan mematok target Partai Gerindra keluar sebagai pemenang pada Pemilu 2029.
Meski saat ini berada dalam posisi sebagai partai penguasa, ia menilai konsolidasi organisasi harus terus ditingkatkan guna memperkuat kepercayaan masyarakat. Pada kesempatan itu, Ebin juga menyampaikan harapannya agar Ahmad Baharudin dapat dikukuhkan sebagai Bupati Tulungagung definitif.
Untuk mencapai target politik tersebut, Ebin mendorong optimalisasi peran organisasi sayap partai demi memperluas jangkauan dukungan. Ia turut mengingatkan para kader agar bijak bermedia sosial, mengedepankan data pemerintah, serta fakta di lapangan.
Selain konsolidasi internal, Ebin juga menyinggung sejumlah program strategis nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Ia menjelaskan bahwa pendanaan program tersebut tidak mengambil anggaran kebutuhan dasar masyarakat, melainkan bersumber dari efisiensi anggaran dan uang sitaan hasil tindak pidana korupsi.
Menanggapi keluhan petani terkait kelangkaan pupuk, Ebin menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan pengadaan pupuk. Jika masih terjadi kendala di lapangan, ia meminta kader segera melaporkannya kepada dinas terkait agar cepatditindaklanjuti, sekaligus mengajak seluruh kader mengawal dan mendukung program pemerintah dari daerah hingga pusat.
Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Tulungagung, Sumarsono Efendi, menyoroti pentingnya literasi digital bagi kader di tengah derasnya arus informasi.
Kader dituntut mampu memilah informasi di media sosial yang berpotensi menjadi serangan politik terhadap partai, serta aktif meluruskan informasi yang tidak tepat dengan berlandaskan data dan fakta yang objektif.
Ketua DPC Gerindra Tulungagung sekaligus Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, dalam arahannya kembali menekankan pentingnya dukungan terhadap program pemerintah yang berlandaskan data serta sikap bijak dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari provokasi informasi yang belum terverifikasi.
Melalui kegiatan pendidikan politik ini, DPC Partai Gerindra Tulungagung optimis dapat memperkuat konsolidasi internal, menaikkan kapasitas kader menghadapi dinamika informasi digital, serta menyelaraskan gerak langkah organisasi untuk menyongsong berbagai agenda politik ke depan.
(Suhari Othek)


