TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung memperkuat sinergi penanganan kekeringan di wilayahnya dengan menggandeng sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) lokal.
Kolaborasi ini difokuskan untuk mengoptimalkan suplai air bersih bagi warga terdampak kekeringan yang tersebar di berbagai desa.
Ketua Baznas Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengungkapkan bahwa langkah kolaboratif ini diambil untuk mempercepat dan memperluas jangkauan distribusi air bersih ke tengah-tengah masyarakat.
”Sebelumnya, Baznas sendiri telah menyalurkan sekitar 15 tangki air bersih yang tersebar di 12 desa. Mulai hari ini dan seterusnya, berkat kolaborasi bersama LAZ, kita akan meningkatkan kapasitas pengiriman menjadi 3 tangki setiap harinya.
Pengiriman ini akan terus berlanjut hingga masa darurat kekeringan di Kabupaten Tulungagung benar-benar selesai,” ujar Abdul Wachid, Senin (12/10/2026).

Terkait mekanisme penyaluran, Abdul Wachid menjelaskan bahwa pihaknya bersikap proaktif dan responsif terhadap laporan masyarakat maupun pemerintah desa. Permintaan bantuan air bersih diterima melalui berbagai saluran komunikasi.
”Untuk bantuan air ini, ada pihak desa yang mengirimkan surat resmi, ada pula yang langsung menghubungi via telepon kepada Baznas. Setelah itu, langsung kami diskusikan dan tindak lanjuti untuk segera dikirim,” imbuhnya.
Selain drop-in air bersih secara berkala, Baznas Tulungagung juga memberikan perhatian jangka menengah berupa penyediaan infrastruktur penampungan air. Sebanyak 8 unit tandon air telah disalurkan ke beberapa desa di wilayah Kecamatan Pagerwojo.
Melalui penyediaan fasilitas tersebut, Abdul Wachid berharap masyarakat memiliki ketahanan air yang lebih baik selama musim kemarau.
“Kami berharap dengan adanya tandon yang sudah disebar ini, warga setidaknya bisa lebih mudah menyimpan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
(Suhari Othek)



