Scroll Untuk Lanjut Membaca

​TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id – Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung mulai merealisasikan gagasan inovatif bertajuk DOBEL (Dolan dan Belajar).

Inovatif tersebut diinisiasi oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Mujito, pada tahun 2025, yang di dukung oleh camat Yusuf Riyadi,S. Sos serta camat sebelumnya, sabtu (17/10/2026).

Acara ini diikuti dengan penuh antusias oleh anak-anak usia dini dari PAUD dan TK Dharma Wanita Desa Tanjungsari serta Desa Waung.

​Dalam kegiatan perdana tersebut, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Boyolangu Mujito menyampaikan,” rombongan anak-anak yang di dampingi orang tua, para Guru serta para Kepala Desa yang mengikuti rute kunjungan sarat sejarah dan edukasi lingkungan meliputi, Candi Cungkup di Desa Sanggrahan, Candi Gayatri di Desa Boyolangu, Museum Daerah, dan Tamanan Kebun Belimbing Argo Blimbing di Desa Moyoketen.

​Melalui metode Dolan dan Belajar, anak-anak diajak untuk mengenal sejarah, kekayaan budaya, kelestarian lingkungan, hingga sektor pertanian secara langsung sambil bermain,”ujar Mujito.

​Tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan karakter dan pengetahuan anak, DOBEL juga dirancang memiliki multiplier effect bagi perekonomian warga.

Semoga program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperluas pemasaran produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

​Inovasi ini juga dinilai selaras dengan semangat Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam hal penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan dari tingkat desa.

Selain itu, langkah ini turut mendukung arah pembangunan Kabupaten Tulungagung dalam mengembangkan potensi unggulan daerah serta meningkatkan kualitas SDM sejak dini.

​Menginspirasi 17 Desa di Boyolangu

​Dengan mengusung semangat ” Kridaning Desaku Kang Kebak Potensi lan Prestasi ” DOBEL diharapkan mampu menginspirasi ke-17 desa di wilayah Kecamatan Boyolangu untuk terus menggali, merawat, dan mengembangkan potensi lokal masing-masing demi kemandirian ekonomi.

​”Dolané Seneng, Sinaué Penting dan Membangun Desa dan Desa Membangun menjadi fondasi utama agar DOBEL dapat menjadi langkah bersama menuju desa yang kreatif, mandiri, dan sejahtera ,” pungkasnya.

 

(Suhari Othek)