Scroll Untuk Lanjut Membaca

TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id – Dalam rangka memperingati bulan suci Suro (Suran), Paguyuban Demit Kali menggelar pertunjukan kesenian tradisional Tiban yang berlangsung meriah.

Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Volly Plastik RT 04 RW 03 Dusun Tanjungsari Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, minggu (21/6/2026).

​Tradisi Tiban yang dikenal sebagai ritual seni cambuk penolak bala dan pemanggil hujan ini sukses menyedot perhatian ratusan warga setempat maupun pencinta budaya dari luar daerah.

Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati area sekitar lapangan untuk menyaksikan ketangkasan para pencalang (peserta Tiban) di atas arena.

​Ketua Paguyuban Demit Kali melalui ketua panitia pelaksana Rokimin menyampaikan,” bahwa kegiatan Suran ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta upaya nyata dalam melestarikan warisan leluhur agar tidak punah digerus zaman.

​”Selain memperingati bulan Suro, acara ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, khususnya di wilayah RT 04 RW 03 Dusun Tanjungsari, serta mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda,” ujarnya di sela-sela acara.

​Suasana di Lapangan Volly Plastik Dusun Tanjungsari berubah menjadi riuh rendah oleh sorak-sorai penonton saat iringan musik gamelan khas Tiban mulai ditabuh. Dengan penuh sportivitas dan jabat tangan erat sebelum maupun sesudah bertanding, para peserta saling mencambukkan ujung pecut yang terbuat dari lidi pohon aren ke tubuh lawan.

​Meskipun menyisakan bekas luka cambukan di badan, tidak ada rasa dendam di antara para peserta. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama seni Tiban, di mana nilai keberanian, sportivitas, dan persaudaraan dijunjung tinggi.

​Dukungan Penuh dari Masyarakat
​Apresiasi besar juga datang dari perangkat Desa dan tokoh masyarakat Desa Tanjungsari.

Pelaksanaan di lingkungan RT 04 RW 03 dinilai sangat sukses dan aman berkat kerja sama yang solid antara panitia Paguyuban Demit Kali, pemuda lingkungan, serta pengamanan dari pihak Polisi dan TNI.

​Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu dapat terus dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif menjaga dan merawat kelestarian kesenian asli bumi Tulungagung,” pungkasnya.

 

(Suhari Othek)