Scroll Untuk Lanjut Membaca

TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, mulai melaksanakan realisasi pembangunan jembatan yang Ambrol di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol.

Jembatan ini merupakan jalur penghubung Desa Junjung dan Desa Wajak kidul , jalan mobilitas warga sekitar, baik untuk jalur transportasi harian maupun penunjang roda perekonomian lokal

Pembangunan rekonstruksi tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 178 hari kalender, terhitung sejak 29 Juni 2026 hingga 24 Desember 2026. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh CV. Sari Bumi Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp7.128.825.000.

Rancangan pembangunan menggunakan konstruksi girder beton dengan bentang sepanjang 30 meter dan lebar 6,5 meter. Berbeda dengan konstruksi jembatan konvensional, desain ini tidak menggunakan penyangga di bagian tengah bentang sehingga dinilai lebih aman dan sesuai dengan karakteristik aliran sungai di lokasi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, S.T., M.T.,melalui sekretaris Dinas PUPR Indra menyampaikan,” penanganan infrastruktur yang rusak menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah guna menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Harapan untuk Kelancaran Proyek

​Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR saat ini tengah mematangkan seluruh proses perencanaan dan teknis agar tahap pengerjaan fisik dapat segera dimulai.

​”Kami sangat berharap rencana pembangunan jembatan yang ambrol di Desa Junjung ini bisa segera terealisasi dalam waktu dekat. Semoga seluruh prosesnya, mulai dari administrasi hingga pengerjaan fisik di lapangan, dapat berjalan dengan lancar dan kondusif,” ujar Indra, pada selasa (14/7/2026).

​Kondisi jembatan yang ambrol sebelumnya sempat mengganggu aktivitas warga, mengingat jalur tersebut menghubungkan area pemukiman dengan pusat kegiatan ekonomi dan pertanian di Kecamatan Sumbergempol.

​Keamanan berkendara masyarakat lebih terjamin dengan konstruksi jembatan yang lebih kokoh dan sesuai standar keamanan terkini.

​Dinas PUPR Tulungagung mengimbau kepada warga masyarakat untuk mendukung penuh, proses pembangunan demi kebaikan bersama. Dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar target penyelesaian akhir tahun 2026 jembatan dapat tercapai ” pungkasnya.

 

(Suhari Othek).