TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id – Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026 – 2031 resmi dilantik, prosesi berjalan lancar penuh khitmad bertempat di ruang gedung PMI Tulungagung.
Acara dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, Dinas terkait, Camat serta pengurus PMI Provinsi Jawa Timur yang hadir.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi kemanusiaan yang terus dijalankan oleh PMI.
Ia berharap kepengurusan yang baru ini dapat membawa energi segar, inovasi, serta komitmen yang lebih kuat dalam melayani masyarakat Tulungagung, khususnya dalam kesiapsiagaan bencana dan pelayanan kesehatan.
Ada satu poin krusial yang ditekankan oleh Ahmad Baharudin kepada Ketua dan jajaran pengurus PMI Kabupaten Tulungagung yang baru dilantik. Beliau meminta agar PMI segera melakukan ekspansi dan penguatan organisasi di sektor pendidikan.
”Saya berharap Ketua PMI Tulungagung Tri Hariadi, beserta seluruh jajaran pengurus yang baru untuk segera bergerak membentuk dan mengaktifkan PMI di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat PMR (Palang Merah Remaja) Madya hingga Wira,” ujar Ahmad Baharudin dalam arahannya, rabu (17/6/2026).
Menurutnya, pembentukan PMI di lingkungan sekolah memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, diantaranya
kaderisasi sejak dini, menanamkan jiwa kemanusiaan, sukarela, dan karakter peduli sesama pada generasi muda, harap Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi terpilih menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan instruksi dari Plt. Bupati Tulungagung pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung untuk menyusun skema pembentukan dan pembinaan PMR di sekolah-sekolah secara masif.
Selain fokus pada ranah pendidikan, pengurus PMI Tulungagung masa bakti 2026–2031 juga berkomitmen meningkatkan pelayanan donor darah, modernisasi peralatan medis, serta memperkuat jejaring relawan hingga ke tingkat desa guna mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah Tulungagung” pukasnya.
(Suhari Othek)


