Scroll Untuk Lanjut Membaca

KEDIRi,Bangjo.co.id –  Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi LSM Kediri menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (13/05/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut janji Bupati Kediri terkait penanganan dugaan pungli dalam pengisian perangkat desa yang menyeret sebanyak 164 kepala desa di Kabupaten Kediri.

Dalam orasinya, para pendemo meminta pemerintah daerah segera menuntaskan kasus yang sejak lama menjadi sorotan masyarakat. Massa menilai janji yang sebelumnya disampaikan Bupati Kediri belum terealisasi hingga saat ini.

Saat aksi berlangsung, suasana sempat memanas lantaran tidak ada satu pun perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Kediri yang menemui para demonstran. Bahkan, Bupati Kediri juga tidak terlihat menemui massa aksi yang telah lama menunggu di depan kantor pemkab.

Salah satu pendemo menyebut bahwa pihaknya menduga terdapat keterlibatan sejumlah pihak dalam persoalan pengisian perangkat desa tersebut.

Bupati Kediri diduga membuat perda terkait pengisian perangkat desa dan juga diduga ikut menikmati hasil yang dilakukan kepala desa dalam pengisian perangkat,” ungkap salah satu orator saat aksi berlangsung.

Ketegangan semakin meningkat ketika massa berupaya membakar ban bekas di depan kantor pemkab. Namun aksi tersebut berhasil dicegah aparat kepolisian yang berjaga dengan mengambil ban yang hendak dibakar para demonstran.

Salah satu tokoh LSM, Siti Isminah, turut menyampaikan aspirasi di hadapan massa aksi. Dengan suara lantang ia menuntut kejelasan penanganan kasus tersebut.

Bupati Kediri berbohong kepada kami. Katanya mau mengantar kasus kepala desa sampai tuntas, buktinya mana?” teriaknya di tengah aksi demonstrasi.

Beruntung situasi kembali kondusif setelah aparat kepolisian, khususnya Kasat Intel Polres Kediri Kota, melakukan pendekatan persuasif kepada para peserta aksi yang mulai emosi.

Setelah memastikan tidak ada pihak dari Pemerintah Kabupaten Kediri yang bersedia menemui mereka, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Namun para demonstran mengancam akan kembali menggelar aksi jilid tiga dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tetap tidak mendapat tanggapan dari pemerintah daerah.

 

( Joko )