JOMBANG, Bangjo.co.id – Warga Dusun Babatan, Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang mendadak gempar. Sesosok mayat ditemukan dalam kondisi membusuk di tengah kebun jagung milik warga bernama Bu Yayuk pada Senin (20/04/2026).
Jasad yang ditemukan di lahan milik Perhutani tersebut diperkirakan sudah meninggal dunia selama kurang lebih empat hari, mengingat kondisi tubuh yang mulai rusak dan dipenuhi belatung.
Penemuan ini bermula saat seorang warga bernama Marjuli hendak mencari rumput untuk pakan ternak di area tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat mencium bau menyengat yang menuntunnya ke tengah tanaman jagung.
“Awalnya saya kira bangkai hewan, tapi setelah saya dekati ternyata manusia. Posisinya tergeletak begitu saja. Saya langsung lari teriak minta tolong ke warga lain,” ujar Marjuli saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Mendengar teriakan Marjuli, warga sekitar segera berkerumun dan melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa yang diteruskan ke Polsek Wonosalam.
Tak lama setelah laporan diterima, Kapolsek Wonosalam, Iptu Aspio Tri Utomo, tiba di lokasi bersama Tim INAFIS Polres Jombang untuk melakukan sterilisasi area dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kami segera berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Jombang untuk melakukan identifikasi awal. Kondisi jasad memang sudah mengalami pembusukan lanjut, diperkirakan sudah sekitar empat hari di lokasi,” terang Iptu Aspio Tri Utomo.
Camat Wonosalam, Yuda Asmara, beserta personel Koramil Wonosalam juga tampak hadir di lokasi guna memantau proses evakuasi yang menyedot perhatian ratusan warga setempat.
Meski identitas resmi masih menunggu hasil otopsi, kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa korban diduga merupakan warga asal Mojokerto. Hal ini diperkuat dengan laporan adanya keluarga dari Mojokerto yang beberapa hari lalu sempat mencari anggota keluarganya yang hilang di wilayah Wonosalam.
“Memang ada informasi dari warga soal keluarga asal Mojokerto yang mencari orang hilang di sini. Namun, kami tidak mau berspekulasi. Kita tunggu hasil identifikasi resmi dari pihak rumah sakit,” tegas Camat Wonosalam, Yuda Asmara.
Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RSUD Jombang untuk menjalani proses autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian. Pihak kepolisian pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar.
“Kami minta warga tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya. Kasus ini sedang dalam penanganan penuh Polres Jombang,” tutup Iptu Aspio.
(Joko)


