Scroll Untuk Lanjut Membaca

JOMBANG, Bangjo.co.id – Pengembangan bakat dan karakter peserta didik tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan ruang aktualisasi yang memberi kesempatan kepada anak untuk berekspresi, berkarya, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Semangat inilah yang mewarnai penyelenggaraan Lomba Bahasa dan Seni Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Selasa (27/10/2026), di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Diikuti perwakilan siswa sekolah dasar dari kecamatan se-Kabupaten Jombang, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan prestasi. Lebih dari itu, lomba menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk membangun keberanian, mengasah kreativitas, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta mengenali potensi seni yang dimiliki. Melalui kesempatan tampil di hadapan publik, peserta didik juga belajar menghargai proses, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mengembangkan keberanian untuk terus mencoba.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.

Dalam sambutannya, Wor Windari menegaskan bahwa keberanian untuk tampil merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi. Menurutnya, keikutsertaan anak-anak dalam perlombaan ini sudah menunjukkan semangat positif untuk mengembangkan kemampuan dan potensi diri.

“Keberanian untuk tampil merupakan prestasi yang sangat berharga. Anak-anak yang ada di sini sudah merupakan kebanggaan kami,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping yang telah memberikan bimbingan, dukungan, dan motivasi kepada peserta didik selama proses persiapan. Peran pendamping dinilai memiliki arti penting, tidak hanya dalam membantu siswa menghadapi perlombaan, tetapi juga dalam mengenali dan mengarahkan bakat anak agar berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan keistimewaan yang berbeda. Karena itu, pendampingan yang tepat menjadi salah satu faktor penting untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan, membangun karakter, serta menemukan kepercayaan diri.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Lomba Bahasa dan Seni Jenjang SD mempertandingkan lima cabang lomba, yakni Literasi Fase B, Menyanyi Pop, Baca Puisi, Pidato, dan Tari Remo. Kelima cabang tersebut menghadirkan ruang ekspresi yang beragam, mulai dari penguatan kemampuan literasi, keterampilan berbicara, olah vokal, apresiasi sastra, hingga pengenalan dan pelestarian seni tari tradisional.

Keberagaman cabang lomba tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan dasar perlu memberikan ruang bagi tumbuhnya berbagai kecerdasan dan kreativitas peserta didik. Kemampuan akademik penting, tetapi keterampilan berkomunikasi, kepekaan seni, keberanian berekspresi, dan kecintaan terhadap budaya juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang berharap potensi peserta didik dapat terus digali dan dikembangkan secara berkelanjutan. Lomba tidak semata-mata menjadi tempat menentukan siapa yang terbaik, melainkan juga menjadi pengalaman berharga bagi setiap anak untuk belajar, berproses, dan menghargai kemampuan diri maupun orang lain.

Penyelenggaraan Lomba Bahasa dan Seni Jenjang SD Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Disdikbud Jombang dalam menghadirkan pendidikan yang turut memperhatikan pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter peserta didik. Dengan memberikan kesempatan yang setara untuk berkarya dan berprestasi, diharapkan tumbuh generasi muda Jombang yang percaya diri, kreatif, berbudaya, serta mampu mengembangkan potensi terbaiknya.