Scroll Untuk Lanjut Membaca

​TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung semakin semarak dengan digelarnya pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama Ki Dalang Wisnu Kurniawan, dengan lakon ” Wahyu Makhuto Romo ”

Pertunjukan seni tradisional yang digelar dilapangan Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu, pada Senin (26/10/2026) malam tersebut sukses menyedot antusiasme masyarakat.

​Selain menjadi sarana hiburan rakyat, acara ini menjadi momentum penting untuk melestarikan budaya leluhur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

​Kepala Desa Sobontoro, H. Sodik Afandi, S.Sos., mengaku bangga desanya dipercaya menjadi tuan rumah dalam perayaan hari jadi kabupaten tahun ini. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Paguyuban 56 selaku panitia penyelenggara, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong mendukung kesuksesan acara.

​Menurut Sodik, pementasan seni tradisional memiliki arti strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap hidup dan dicintai oleh generasi muda.

​”Kami berharap kesenian tradisional terus dilestarikan. Dukungan masyarakat sangat penting agar budaya lokal tidak hilang ditelan zaman,” ujar Sodig

​Sementara itu, Camat Boyolangu, Yusup Riyadi, menilai bahwa wayang kulit tidak sekadar menyuguhkan tontonan hiburan semata, melainkan sarat akan filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan pedoman sehari-hari.

Pesan moral yang disampaikan oleh dalang dinilai sangat relevan untuk memperkuat tatanan kehidupan bermasyarakat.

​Selain memperkuat identitas budaya, keramaian pagelaran wayang kulit ini turut membawa angin segar bagi sektor perekonomian lokal.

Tingginya minat pengunjung memberikan ruang bagi para pedagang makanan serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjajakan produk mereka dan meraup tambahan pendapatan.

​Yusup berharap, momentum Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah, tetapi juga memicu dukungan luas terhadap pembangunan Desa khususnya perbaikan infrastruktur jalan yang menunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian warga.

​Pagelaran wayang kulit di Desa Sobontoro ini menjadi wujud nyata sinergi antara pelestarian tradisi dan penguatan sosial-ekonomi, demi mendorong kemajuan Kabupaten Tulungagung yang berkelanjutan.

 

(Suhari Ohek )