Scroll Untuk Lanjut Membaca

​TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id – Alun-alun Kabupaten Tulungagung, tepatnya di kawasan Titik Nol Kilometer, tampak semarak dan meriah pada Jumat malam, 6 November 2026.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung secara resmi menggelar rangkaian acara megah yang memadukan unsur pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui Peringatan Hari Wayang Nasional,

Pembukaan Pameran Keris, serta Bazar UMKM Tulungagung, yang juga dirangkai dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821.

​Acara pembukaan dengan nuansa tradisi dan kebudayaan nusantara ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Camat Tulungagung Kota, Ketua Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821, Ketua Pakudhatu, serta para dalang se-Kabupaten Tulungagung.

​Acara dibuka dengan sambutan Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.E., M.M., yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, seniman, budayawan, pelaku UMKM, komunitas keris, serta seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan acara.

​”Peringatan Hari Wayang Nasional menjadi momentum penting bagi kita untuk kembali mengingat betapa besar nilai dan makna yang terkandung dalam seni pewayangan. Karena wayang bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan,” ujar Drs. Tri Hariadi

​Ditekankan pula, bahwa pagelaran wayang kulit kolaborasi ini menjadi simbol bahwa seni dan budaya harus terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar tradisi leluhur.

Selain pewayangan, pameran keris yang turut disuguhkan menampilkan warisan budaya bangsa dengan nilai sejarah, filosofi, seni, dan spiritualitas yang tinggi. Pemerintah berharap kedua warisan budaya ini semakin dicintai dan diminati oleh generasi muda Tulungagung.

​Tidak hanya berfokus pada seni dan budaya, kegiatan malam itu juga menghadirkan Bazar UMKM sebagai pilar utama penggerak perekonomian daerah. Melalui bazar tersebut, masyarakat diajak untuk semakin bangga menggunakan produk lokal.

​Dengan membeli produk-produk UMKM khas Tulungagung, masyarakat turut serta menghidupkan usaha warga, menjaga keberlangsungan lapangan pekerjaan, dan menggerakkan roda perekonomian lokal secara nyata.

​Rangkaian acara ini semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821. Usia 821 tahun menjadi sebuah refleksi bahwa kemajuan suatu daerah tidak harus dengan meninggalkan tradisi.

Daerah yang maju adalah daerah yang mampu menjaga warisan budayanya, mengembangkan potensi ekonomi, serta menyiapkan generasi penerus berkarakter kuat.

​Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung secara resmi membuka rangkaian kegiatan Pagelaran Wayang Kulit Kolaborasi, Bazar UMKM, dan Pameran Keris Tulungagung.

​“Selamat Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821! Teruslah berkarya, teruslah berbudaya, dan teruslah bersatu untuk Tulungagung yang semakin maju dan sejahtera. Tulungagung, Jaya! Tulungagung, Lestari! Tulungagung, Maju Bersama,” pungkasnya.

 

(Suhari Othek)