KEDIRI, Bangjo.co.id – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga Dusun Jomblang, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Secara bersama-sama masyarakat membangun sebuah jembatan yang menjadi akses vital penghubung menuju Desa Manggis dan SMA Negeri Puncu.
Pembangunan jembatan tersebut dilakukan murni dengan swadaya masyarakat tanpa adanya campur tangan maupun bantuan dari pemerintah desa setempat. Warga berinisiatif melakukan pembangunan karena kondisi jembatan yang ada saat ini dinilai membahayakan para pengguna jalan.
Kerusakan terjadi pada bagian pondasi bawah jembatan yang sudah mengalami retak-retak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas. Selain itu, kondisi tebing di bawah jembatan memiliki kedalaman kurang lebih 15 meter sehingga diperlukan pembangunan ulang pondasi yang tentunya membutuhkan biaya cukup besar.

Di tengah kesibukan warga yang bergotong royong mengerjakan pembangunan, tidak tampak satu pun perangkat desa berada di lokasi. Padahal, masyarakat berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah setempat terhadap pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga tersebut.
Meski demikian, semangat masyarakat tidak surut. Dengan penuh kebersamaan, warga tetap bekerja secara gotong royong demi mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan.
Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat setempat, P. Mulut atau yang akrab disapa Datuk, dana pembangunan yang berhasil terkumpul hingga saat ini mencapai Rp175 juta. Dana tersebut berasal dari sumbangan masyarakat sekitar serta para petani yang setiap hari memanfaatkan akses jalan melalui jembatan tersebut.
Anggaran yang sudah terkumpul sekitar Rp175 juta. Dana ini berasal dari lingkungan masyarakat dan para petani yang lahannya berada di seberang jembatan,” ungkap Datuk saat ditemui awak media.
Jembatan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi jalur utama yang menghubungkan Dusun Jomblang dengan Desa Manggis serta menjadi akses bagi para pelajar yang menuju SMA Negeri Puncu dan SMP negeri dorok juga menghubungkan jalur desa bodak / tanggungmulyo .
Warga menilai pembangunan jembatan ini seharusnya menjadi perhatian dan tanggung jawab pemerintah, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat. Namun hingga saat ini, pembangunan justru dilakukan secara mandiri oleh warga melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
Sampai berita ini diturunkan, baik pemerintah Desa Asmorobangun maupun pihak Kecamatan Puncu belum memberikan respons terkait pembangunan jembatan swadaya yang sedang dikerjakan oleh masyarakat tersebut.
( Joko petir )


