Scroll Untuk Lanjut Membaca

JOMBANG,Bangjo.co.id – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan kesiapan operasional Terminal Barang Glagahan di Kecamatan Perak. Guna menjamin keamanan kendaraan angkutan barang yang keluar-masuk, Dishub kini fokus memperketat sistem pengawasan di area parkir terminal tersebut.

Meskipun uji coba operasional telah dimulai sejak awal Juni, pihak Dishub mengakui bahwa sejumlah fasilitas pengamanan vital masih harus dilengkapi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Dishub Jombang telah resmi mengusulkan penambahan sarana pendukung melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Sarana yang diajukan di antaranya mencakup pembangunan pos jaga permanen, pemasangan kamera pengawas (CCTV), serta penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan lampu sorot.

Kepala Dishub Jombang, Sugianto, menegaskan bahwa fasilitas pengamanan ini merupakan aspek krusial yang tidak dapat ditawar demi kelancaran aktivitas logistik ke depan.

“Kalau nanti operasional sudah berjalan penuh, tentu pengawasan harus diperkuat. Karena itu perlu pos jaga dan CCTV agar aktivitas di dalam terminal bisa dipantau,” ujar Sugianto saat memberikan keterangan kepada media.

Sugianto menambahkan bahwa aspek pencahayaan juga menjadi perhatian serius agar seluruh sudut terminal tetap terpantau jelas di malam hari, terutama saat aktivitas bongkar muat barang berlangsung.

Saat ini, Terminal Barang Glagahan tengah berada dalam fase uji coba operasional yang dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 30 Juni 2026. Selama periode ini, kendaraan angkutan barang yang masuk belum dibebankan biaya retribusi. Dishub memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi mingguan secara menyeluruh.

“Setiap minggu kami evaluasi. Karena sarana juga belum lengkap. Seperti CCTV dan pos jaga permanen misalnya, masih belum tersedia,” kata Sugianto menjelaskan kondisi riil di lapangan.

Terminal Barang Glagahan sendiri memiliki total lahan seluas 25.240 meter persegi. Kendati demikian, area yang saat ini siap digunakan baru mencapai sekitar 25 persen, yaitu lahan yang telah dipadatkan dan dipasang paving. Sisa lahan lainnya masih berupa tanah gembur yang belum siap menahan beban kendaraan berat.

Meski fasilitas belum sepenuhnya rampung, aktivitas truk angkutan barang mulai terlihat memanfaatkan area paving tersebut. Untuk sementara waktu, pengawasan di lokasi dilakukan oleh petugas dinas terkait melalui pos penjagaan darurat.

Dengan realisasi penambahan fasilitas keamanan dan penerangan yang diusulkan, Terminal Barang Glagahan diproyeksikan dapat segera beroperasi penuh guna menggantikan fungsi Terminal Barang Tunggorono, sekaligus memberikan jaminan rasa aman yang optimal bagi para sopir dan pelaku usaha angkutan barang.