Scroll Untuk Lanjut Membaca

JOMBANG, Bangjo.co.id – Inovasi kemanusiaan muncul dari lereng pegunungan Wonosalam. Pemerintah Kecamatan Wonosalam resmi meluncurkan program Wonosalam Empati Lansia dan Disabilitas (WELAS). Program ini menjadi jawaban bagi warga rentan yang selama ini “terlupakan” oleh pendataan bantuan sosial formal dari pemerintah pusat maupun daerah.

Berbeda dengan bantuan tunai pada umumnya, WELAS mengedepankan pendekatan personal. Dana yang terkumpul berasal dari donasi sukarela para ASN di lingkungan Kecamatan, Polsek, Koramil, perangkat desa, hingga donatur swasta.

Camat Wonosalam, Yuda Asmara, menjelaskan bahwa program ini tidak membagikan paket yang seragam, melainkan disesuaikan dengan hasil survei lapangan.

“Kami tidak ingin sekadar memberi. Tim melakukan survei terlebih dahulu ke rumah-rumah warga. Jika mereka butuh kursi roda, kami usahakan kursi roda. Jika butuh kasur atau pemenuhan nutrisi spesifik, itu yang kami kirim. Prinsipnya adalah tepat sasaran,” ujar Yuda saat ditemui di sela-sela penyaluran bantuan.

Kegiatan rutin bulanan ini bukan sekadar bagi-bagi sembako. Petugas dari Puskesmas Wonosalam, termasuk dr. Ivan, turut serta mengecek kesehatan fisik para penerima manfaat di rumah masing-masing.

Pengamanan dan pendampingan pun dilakukan langsung oleh Kapolsek Wonosalam, Iptu Aspio Tri Utomo, SH, dan Danramil Wonosalam, Nanang Avianto. Kehadiran para pimpinan wilayah ini memberikan dukungan moril yang besar bagi warga.

Banyak lansia dan penyandang disabilitas yang tidak terdaftar dalam PKH atau bantuan pemerintah lainnya karena kendala administrasi. Inilah celah yang ingin ditutup oleh WELAS melalui koordinasi dengan pendamping desa dan TKSK.

Yuda Asmara mengaku terenyuh saat melihat langsung kondisi warga di lapangan yang selama ini luput dari perhatian.

“Hati saya bergetar melihat kondisi saudara-saudara kita di bawah. Melalui program WELAS, kami berkomitmen agar tidak ada lagi warga Wonosalam yang menderita hanya karena persoalan data atau administrasi. Kepedulian sosial harus nyata, bukan sekadar angka,” tegasnya penuh haru.

Salah satu penerima manfaat menyatakan rasa syukurnya atas kunjungan tim WELAS. Mereka mengaku kaget sekaligus bahagia karena akhirnya ada pejabat pemerintah yang datang langsung melihat kondisi mereka.

Dengan semangat gotong royong ini, Kecamatan Wonosalam berharap program WELAS dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menangani masalah sosial dengan pendekatan empati yang mendalam.

 

 

(Joko Petir)