KEDIRI,Bangjo.co.id – Suasana meriah menyelimuti kediaman Kepala Desa Gadungan, Dari Purwanto, di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, saat menggelar syukuran ngunduh mantu sekaligus pernikahan putra-putrinya dengan menghadirkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dalang kondang Minto Sudarsono dari Tulungagung tersebut sukses menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai daerah. Sejak sore hingga malam hari, masyarakat memadati lokasi acara untuk menyaksikan pertunjukan budaya Jawa yang sarat nilai seni dan tradisi.
Keunikan acara semakin terasa dengan hadirnya tiga pasang pengantin yang berjajar di depan pelaminan. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan. Ditambah penampilan para sinden serta kehadiran bintang tamu yang tengah viral, Lintang Cairo, suasana pesta semakin semarak.
Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kabupaten Kediri Pendiwan, Camat Puncu Firman Tappa, M.H., jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Dalang Minto Sudarsono membawakan lakon “Rabine Ontoseno” atau “Nikahnya Ontoseno” yang mendapat sambutan hangat dari para penonton. Gelak tawa dan tepuk tangan terus mengiringi jalannya pertunjukan hingga larut malam.

Kepala Desa Gadungan, Dari Purwanto, mengaku bersyukur seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah, acara ngunduh mantu dan pernikahan putra-putri kami dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih kepada keluarga, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah hadir dan memberikan dukungan sehingga kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Dari Purwanto.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk menjaga dan melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
“Wayang kulit merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Kami berharap generasi muda tetap mencintai dan melestarikan kesenian tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pertunjukan berlangsung. Selain menjadi hiburan rakyat, pagelaran wayang kulit tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus upaya nyata dalam melestarikan budaya dan kesenian tradisional Jawa agar tetap hidup dan dicintai lintas generasi.
(Joko)


