Scroll Untuk Lanjut Membaca

TULUNGAGUNG,Bangjo.co.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung bersama warga masyarakat bergerak cepat melakukan rehabilitasi total terhadap fasilitas infrastruktur jembatan gantung desa yang kondisinya mulai memprihatinkan.

Langkah ini, diambil guna menjamin keselamatan warga serta kelancaran saat melintas beraktivitas sehari-hari.

​Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa,S,E menegaskan bahwa jembatan gantung tersebut merupakan aset penting pemerintah yang harus dijaga bersama. Mengingat kondisinya yang sudah lapuk dimakan usia, Pemdes dan warga memutuskan untuk melakukan pembongkaran total pada bagian-bagian yang dinilai membahayakan.

​”Jembatan gantung ini merupakan aset pemerintah. Kita selaku Pemerintahan Desa Kendalbulur, semampu kita akan terus merawatnya. Karena kondisinya sudah rapuh, papan kayu dan glogor bagian bawah jembatan kita bongkar total untuk diganti dengan yang baru dan lebih kokoh,” ujar Anang saat lokasi kerja bakti, senin (20/7/2026).

​Proyek perbaikan fasilitas umum ini tidak sekadar mengandalkan anggaran formal, melainkan lahir dari kuatnya semangat gotong royong dan sinergi berbagai pihak. Pendanaan aksi sosial ini bersumber dari swadaya murni masyarakat Desa Kendalbulur serta dukungan penuh dari sektor swasta.

​Kepala Desa Kendalbulur Anang Mustofa menyampaikan, rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah menyumbangkan tenaga maupun materi, serta kepada pihak manajemen Perusahaan Rokok Mustika dan AG Pro atas kepedulian mereka terhadap infrastruktur desa.

​”Melalui swadaya masyarakat dan bantuan CSR dari Perusahaan Rokok Mustika serta AG Pro, kita bisa mewujudkan jembatan yang lebih aman. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika pemerintah, warga, dan sektor swasta bersinergi, pembangunan desa bisa berjalan dengan cepat dan tepat,” harapnya.

​Semoga dengan adanya perbaikan total pada bantalan glogor dan papan kayu ini, diharapkan jembatan gantung Desa Kendalbulur dapat segera beroperasi kembali dengan kapasitas yang lebih aman, sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi dan gotong royong antarwarga,” pungkasnya.

 

( Suhari Othek)