Scroll Untuk Lanjut Membaca

JOMBANG, Bangjo.co.id – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang terus meningkat. Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, menyebut perubahan perilaku seksual dan banyaknya penderita yang belum terdeteksi menjadi tantangan utama.

Menurut Puji, HIV sulit dikendalikan karena masa tanpa gejala bisa berlangsung lama. Seseorang tampak sehat selama bertahun-tahun, tetapi tetap dapat menularkan virus.

“Window period ini bisa lima sampai sepuluh tahun. Orang tampak sehat, padahal virus sudah ada,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Ia menegaskan, bertambahnya kasus yang ditemukan tidak selalu berarti penularan makin tinggi. Bisa jadi, skrining dan deteksi dini semakin aktif sehingga pasien lebih cepat mendapat pengobatan.

Puji juga mengingatkan bahwa HIV tidak menular lewat berjabat tangan, berpelukan, makan bersama, atau interaksi sosial biasa. Penularan terutama terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, jarum suntik bergantian, transfusi darah tidak aman, dan dari ibu ke bayi tanpa penanganan medis.

“ODHIV tidak boleh dikucilkan. Mereka tetap punya hak hidup, bekerja, dan bersosialisasi,” katanya.

Ia menambahkan, pasangan dengan HIV tetap bisa menikah dan memiliki anak sehat jika menjalani terapi ARV, pemeriksaan rutin, dan mengikuti anjuran dokter. Karena itu, skrining HIV dalam pemeriksaan pranikah perlu diperluas.

Perhatian khusus juga diberikan kepada ibu hamil dengan HIV. RSUD Jombang telah menerapkan prosedur untuk menekan risiko penularan ke bayi, mulai dari persalinan, obat profilaksis, hingga pengaturan ASI sesuai tata laksana medis.

Untuk memperkuat deteksi dini, RSUD Jombang menerapkan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) dan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Hampir seluruh puskesmas di Jombang juga sudah memiliki layanan VCT.

Puji berharap pemerintah daerah memperluas deteksi dini bagi kelompok berisiko serta memperkuat edukasi kesehatan reproduksi sejak remaja. Ia juga mengajak masyarakat menghilangkan stigma agar pemeriksaan HIV tidak lagi ditakuti.

“Semakin cepat diketahui, semakin cepat diobati,” pungkasnya.