Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

 

JOMBANG,bangjo.co.id

Tindakanlanjut kasus dugaan pidana gratifikasi yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Bandarkedungmulyo dan kroninya terus didalami oleh tim Kejaksaan Negeri Jombang. Setidak ada 18 warga desa Bandarkedungmulyo pada Jum’at (6 /10/2023) pagi, yang dimintai keterangannya terkait dugaan kasus gratifikasi tersebut dan ditemui langsung oleh Kajari Tengku firdaus diruang loby sebelum para petani dimintai keterangan.

 

Hal ini disampaikan oleh Kasi Intel Kejari Jombang Denny kepada awak media, ketika dikonfirmasi Jum’at (6/10), “Benar sampai hari ini sudah ada 18 orang yang sudah kami mintai keterangan, ” tuturnya.

 

Namun Kasi Intel ini menjelaskan ketika ditanya Apakah dari 18 warga yang di mintai keterangan sudah ditemukan dugaan pidana gratifikasi yang dilakukan oknum Kades Bandarkedungmulyo dan pembebasan lahan untuk PT Handsome Investments Indonesia? Ia menjawab, “Kami belum simpulkan karena Senin depan masih ada pemanggilan lagi untuk masyarakat yang terkait hal tersebut, ” ungkapnya.

 

Selain itu Denny menyampaikan juga progressnya masih Puldata, Pulbaket dan Kroscek keterangan dari warga desa Bandarkedungmulyo. Kemudian terkait masalah berapa warga pemilik tanah dimintai uang yang diduga sebagai tindak pidana gratifikasi yang dilakukan oknum Kades dan kroninya, Kasi Intel tidak menjelaskan karena itu adalah teknis yang belum bisa dipublikasikan oleh Kejari Jombang. “Itu Teknis belum bisa dipublikasikan mas. Karena keterangan para warga yang menjadi saksi harus dilindungi” tegasnya kepada awak media.

 

Terpisah Djatmiko Ketua Gerakan Pemuda Marhaen Jombang yang mendampingi warga menerangkan, “Kami terus mengmdampingi warga, karena ada indikasi terjadi intimidasi kepada warga yang dimintai keterangan oleh Kejari Jombang yang dilakukan oleh suruhan oknum perangkat desa Bandarkedungmulyo, ” tegasnya.

 

“Kami berharap Kejari Jombang dalam melakukan penyelidikan profesional, tidak terpengaruh apapun, artinya hukum harus ditegakkan, karena hukum merupakan panglima di negara Indonesia. Kami sangat mendukung Kejari Jombang berani mengusut tuntas dugaan pidana gratifikasi ini, sehingga terjadi keadilan dimasyarakat, ” pungkasnya.

(Bersambung).