JOMBANG, Bangjo.co.id– Legenda Kebo Kicak kembali menemukan panggungnya di tengah kemeriahan Bangle Festival 2026. Kali ini, cerita rakyat yang lekat dengan perjalanan budaya Jombang itu tidak sekadar dituturkan, tetapi dihidupkan melalui seni peran para santri Nurul Iman.
Dengan balutan busana dan karakter yang disesuaikan dengan tokoh cerita, para santri tampil apik membawa penonton masuk ke dalam kisah Kebo Kicak dan Surontanu. Adegan demi adegan dimainkan dengan penuh ekspresi, menggambarkan pertarungan, keberanian, serta perjalanan tokoh yang telah lama hidup dalam ingatan masyarakat Jombang.
Penampilan tersebut menjadi lebih dari sekadar hiburan. Para santri ikut mengambil peran dalam merawat cerita rakyat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal.
Kisah Kebo Kicak sendiri berkembang sebagai legenda yang oleh masyarakat kerap dikaitkan dengan asal-usul nama Jombang. Dalam cerita yang berkembang, pertarungan Kebo Kicak dan Surontanu kemudian dikaitkan dengan dua warna, ijo (hijau) dan abang (merah), yang dipercaya menjadi salah satu cerita di balik penyebutan nama Jombang.
Di atas panggung Bangle Festival, legenda tersebut mendapat sentuhan generasi muda. Para santri Nurul Iman tidak hanya memerankan tokoh, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa cerita rakyat tidak harus berhenti sebagai cerita masa lalu.
Lewat pentas seni, kisah itu kembali dikenalkan kepada anak-anak dan masyarakat. Panggung festival pun berubah menjadi ruang belajar budaya, tempat sejarah tutur, seni pertunjukan, dan kreativitas santri bertemu dalam satu pertunjukan.
Penampilan Kebo Kicak oleh santri Nurul Iman menjadi salah satu gambaran bahwa menjaga budaya tidak selalu harus dilakukan melalui cara yang formal. Cukup dengan mengenal, memainkan, dan menceritakannya kembali, generasi muda sudah ikut menjaga agar legenda Jombang tetap hidup di tengah perubahan zaman.

