Beranda / Pemerintahan / Tembakau Tak Dapat Subsidi Pusat, Pemkab Jombang Gelontorkan Rp 5 Miliar untuk Pupuk Petani

Tembakau Tak Dapat Subsidi Pusat, Pemkab Jombang Gelontorkan Rp 5 Miliar untuk Pupuk Petani

 

JOMBANG,Bangjo.co.id – Pemerintah Kabupaten Jombang kembali menunjukkan keberpihakannya kepada petani tembakau. Tahun ini, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pengadaan pupuk tembakau, menyusul tidak adanya akses pupuk subsidi dari pemerintah pusat untuk komoditas tersebut.

Langkah ini menjadi angin segar bagi ribuan petani tembakau di Jombang yang selama ini harus membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang kerap berfluktuasi. Dukungan anggaran tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen daerah dalam menjaga keberlanjutan salah satu komoditas unggulan yang menyerap banyak tenaga kerja musiman.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M. Rony melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Eko Purwanto, memastikan bahwa program bantuan pupuk bagi petani tembakau tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Insya Allah ada, karena untuk tembakau itu tidak dapat pupuk subsidi,” ujarnya.

Saat ini, Disperta Jombang tengah melakukan identifikasi kebutuhan di lapangan. Pendataan tersebut meliputi luas lahan tanam, jumlah petani penerima manfaat, hingga jenis pupuk yang dibutuhkan di masing-masing wilayah. Hal ini penting karena setiap daerah memiliki karakteristik tanah yang berbeda, sehingga kebutuhan pemupukannya pun tidak sama.

Eko menjelaskan, dalam budidaya tembakau umumnya digunakan pupuk NPK, ZA, serta pupuk organik guna menjaga kesuburan tanah. Namun, kenaikan harga pupuk nonsubsidi menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Biaya produksi meningkat akibat lonjakan harga bahan baku dan distribusi, sementara harga jual tembakau tidak selalu stabil mengikuti kenaikan tersebut.

Tak hanya persoalan harga, keterbatasan anggaran daerah juga menjadi kendala. Luas areal tanam tembakau di Jombang cukup besar, sehingga bantuan belum tentu bisa memenuhi seluruh kebutuhan petani secara penuh. Untuk itu, mekanisme distribusi dilakukan secara proporsional berdasarkan luas lahan dan hasil verifikasi kelompok tani agar tetap adil dan tepat sasaran.

Di sisi lain, faktor cuaca turut memengaruhi produktivitas. Curah hujan yang tidak menentu dapat berdampak pada efektivitas pemupukan dan pertumbuhan tanaman. Petani pun dituntut lebih cermat dalam menentukan waktu tanam dan aplikasi pupuk agar kualitas daun tembakau tetap optimal.

Melalui alokasi anggaran Rp 5 miliar ini, Pemkab Jombang berharap produktivitas dan kualitas tembakau lokal semakin meningkat, sehingga daya saingnya di pasar tetap terjaga. Pemerintah daerah juga membuka ruang evaluasi setiap musim tanam untuk memastikan skema distribusi bantuan semakin transparan dan akuntabel.

Dengan dukungan tersebut, petani tembakau di Jombang diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah berbagai tantangan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *