SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo resmi memasuki usia ke-167 tahun pada Sabtu (31/1/2026). Di tengah momentum transformasi Sidoarjo sebagai pilar progresif di Jawa Timur, CEO AMC Grup, Dr. dr. Andre Yulius, M.Pd., M.H., memberikan refleksi mendalam tentang pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai humanis ke dalam setiap langkah pembangunan daerah.
Tokoh yang populer dengan sebutan “Dokter Idola Rakyat” ini menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 bukan sekadar menengok sejarah panjang sejak 1859, melainkan momen sakral untuk mengevaluasi dampak nyata pengabdian kepada masyarakat. Baginya, ketangguhan Sidoarjo selama lebih dari satu setengah abad harus dibarengi dengan komitmen kemanusiaan yang semakin kokoh.
Tema besar tahun ini, “Sidoarjo Sehat, Masyarakat Hebat: Mengabdi dengan Hati untuk Bumi Jenggolo”, diaplikasikan Dr. Andre sebagai kompas utama dalam menjalankan AMC Grup. Ia menegaskan posisi strategis lembaga yang dipimpinnya bukan sebagai entitas bisnis semata, melainkan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan kesehatan warga.
“Pembangunan sejati tidak hanya diukur dari fisik infrastruktur yang megah, tetapi dari sejauh mana kepedulian, ketulusan, dan keberpihakan kita kepada rakyat. Sidoarjo yang sehat adalah prasyarat mutlak untuk melahirkan masyarakat yang hebat dan berdaya saing,” ujar Dr. Andre dalam pernyataan resminya.
Lebih jauh, praktisi kesehatan yang dikenal santun ini menekankan bahwa kesehatan publik merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah di kancah global. Sebagai bentuk dedikasi, AMC Grup berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan aksi sosialnya, memastikan layanan kesehatan dan pemberdayaan menyentuh hingga lapisan masyarakat akar rumput.
“Hari Jadi ke-167 ini harus menjadi titik balik bagi kita semua untuk bersinergi. Dengan prinsip mengabdi dari hati, kita bersama-sama menjaga marwah Bumi Jenggolo agar tetap menjadi daerah yang sejahtera dan bermartabat,” tuturnya dengan optimisme tinggi.
Dr. Andre Yulius juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, dari birokrasi hingga sektor swasta, untuk menjadikan ketulusan sebagai standar pelayanan. Dengan semangat tersebut, ia berharap Sidoarjo di usia yang kian matang dapat terus tumbuh menjadi rumah yang hangat, sehat, dan inklusif bagi seluruh warganya tanpa melupakan jati diri luhur yang telah diwariskan para leluhur.



